Baru – baru ini ada kejadian yang lebih heboh banget katanya. Pada intinya beritanya tentang seorang musisi junior yaitu si Tri Suaka dan Zidan dianggap menghina musisi senior yaitu Babang Tampan yang dimana kita kenal sebagai Andika Mahesa vokalis dari kangen band
Saya gak usah tampilkan video nya disini, karena nantinya penilaian saya jadi tidak objektif. Kamu bisa cari videonya banyak kok tersebar di youtube.
Pada intinya, potongan video yang di tampilkan itu adalah potongan video yang dimana mereka seperti “mengejek” cara nyanyi nya mas Andika. Saya pribadi ketika melihat video tersebut, memang mereka terlihat seperti mentertawakan cara nyanyi mas Andika.
Ini adalah persepsi awal saya.
Tapi karena saya tidak punya waktu buat menghujat ataupun membully mereka, akhirnya saya coba cari – cari video lain. Ketemulah videonya dari youtubenya “dunia MANJI”.
Disitu mereka pada intinya klarifikasi bahwa sebenarnya pada saat itu mereka hanya meng-impersonate (menirukan) cara penyanyi menyanyikan lagu mereka. Jadi mereka lagi live, kemudian ditantang viewers nya mereka.
Alhasil ada beberapa penyanyi yang mereka tirukan, seperti mas Ariel, Andika bahkan sampai Ebiet G. Ade. Wah ini senior – senior semua memang yaaah. Musisi – musisi yang personal brand nya kuat banget.
Dimana letak kesalahannya?
Setelah saya melihat klarifikasinya, tidak ada yang salah dengan meng-impersonate cara nyanyi seorang penyanyi. Ya semua orang boleh dong. Kan tujuannya emang buat menghibur viewernya mereka. Saya gak belain loh, tapi letak kesalahannya tuh disini.
Kesalahan paling fatal sebenarnya mereka bernyayi, menirukan suara penyanyi, tapi sambil tertawa – tawa. Hal kayak gini tuh bisa ditangkap negatif oleh otak kita. Karena kesannya seperti mengejek ataupun menghina. Di tambah lagi dengan personal branding yang sudah mereka bangun.
Mereka ngebangun personal branding sebagai seorang musisi juga. Disini letak masalahnya
Saya kasih contoh random gini deh. Misalnya saya adalah penjual gorengan. Terus saya buat statement misalnya gini “ehhh jangan beli gorengannya mas rizky. Minyaknya di campur plastik, plastiknya di impor lagi langsung dari Korea. Tapi boong hiya hiya hiya…”
Sekarang bayangin kalau saya bukan penjual gorengan. Saya tidak berkecimpungan di profesi tersebut. Misalnya saya stand up comedy an deh. Maka persepsi yang muncul juga akan beda. Bisa aja jadi lucu.
Jadi emang menjaga personal brand yang sudah dibangun ini emang sulit banget. Karena ketika kamu sudah dikenal orang, sudah menjadi konsumsi publik, artinya setiap perbuatan mu itu dinilai orang.
Saya sering kasih tau pembaca saya seperti ini. Kalau kamu punya panggung, kamu bisa saja melakukan segala macam hal di panggung tersebut. Artinya kontrol sepenuhnya ada di diri kamu.
Tapi kamu juga harus paham, kamu ditonton oleh ribuan bahkan jutaan orang. Kamu gak bakalan bisa kontrol apa yang mereka persepsikan tentang dirimu
Makanya saya punya quote kayak gini
“You can control what u say, but u can’t control what people say about you”
Mudah – mudah an dari kejadian seperti ini, kita bisa banyak mengambil pelajaran penting. Yaitu ketika kamu sudah punya personal brand yang kuat, hati – hati lah dalam melakukan sesuatu.
Karena tidak semua orang menyukai mu. Orang – orang yang tidak menyukai mu bisa saja mengambil momen – momen tertentu buat ngejatuhin mu. Jadi berhati – hati lah. Jangan sampai personal brand yang sudah kita bangun secara konsisten, rusak hanya karena kita tidak bisa memposisikan diri
Dan buat para Netizen Indonesia, sudah cukup lah. Apa sih manfaatnya kamu menghujat dan membully orang? Apa kamu merasa tidak pernah melakukan kesalahan? Saya tuh kadang bingung liat Netizen Indonesia.
Kalian dapat apa menghujat orang? Gak dapat apa – apa juga. Kecuali kamu menghujat dapat emas 10gr, gapapa juga.
Kamu bagus cari hal yang lebih positif, daripada harus ikut – ikut an membuat suasana makin keruh.
Saya tuh bukan ngebelain Tri Suaka dan Zidan. Saya juga gak ngikutin mereka. Dan bahkan saya juga gak perduli dengan hidup mereka. Tapi ayolaah, mereka juga sama dengan kita. Manusia biasa.
Saya malah mikir kasihan orang tua mereka, keluarga mereka. Yaaa pasti sedikit banyaknya secara psikologis pasti terganggu.
Mungkin sekian dulu tulisan saya, semoga ada manfaat yang bisa kamu ambil



