Ini Dia Bedanya Marketing, Selling dan Branding

Apr 25, 2022 | Bisnis, Rekomendasi 1

Ketika saya belajar tentang branding, saya dibingungkan oleh pertanyaan mau branding dulu atau selling dulu? Kemudian muncul lagi pertanyaan, apa sih yang ngebedain marketing, selling & branding? Makin bingung dah haha..

Hal ini juga yang membuat bisnis saya yang dulu tanpa arah. Karena saya gak bisa ngebedain ketiga konsep di atas. Ada yang sama kayak saya? hehe

Kalau ada, gapapa.

Gak usah malu, saya juga hampir 7 tahun kok baru bisa ngebedain ketiga konsep di atas 🙂

Saya kasih contoh sederhana di tahun 2000 an. Promosi paling gencar pada saat itu menggunakan media televisi. Misalnya, dulu itu ada produk yang namanya OKY JELLY DRINK. Slogannya penunda lapar.

Yang kelahiran tahun 90 an, saya rasa semuanya tau. Iklannya itu muncul terus menerus di tv. Yaa karena dulu orang nontonnya tv, jadi jangkauan nya pasti lebih luas ketika iklan melalui tv.

Sampai akhirnya, saya punya keinginan untuk beli. Singkat cerita, saya ada kede langganan dekat rumah saya dulu.

Jadi saya pengen beli minum coca – cola pada saat itu. Karena dulu coca – cola botol masih harga seribu yah. Tiba – tiba saya melihat produk oky jelly drink tadi.

Karena saya penasaran banget nih, saya gak jadi beli coca – cola, saya beli si oky jelly. Harganya pada saat itu seribu.

Terus saya kembali ke rumah dan saya minum tuh. Minumannya semacam jelly – jelly gitu, emang agak mengeyangkan dulu.

Dulu yahh, kalau sekarang yaaa mana cukup minum itu doang haha..

Nth kenapa, karena iklan itu terus – terus an di puter dengan slogannya penunda lapar itu. Saya ngerasa kalau lagi laper, kayaknya minum oky jelly drink dulu enak.

Akhirnya di stok deh di kulkas rumah saya haha..

Oke, itu cerita saya dulu. Sekarang kita kembali ke pertanyaan, dimana letak marketing, selling dan branding pada tahun 2000 an?

MARKETING

Marketingnya dilakukan melalui media televisi. Jadi iklannya diputer terus – menerus di jam anak – anak menonton tv. Akhirnya muncul sebuah keinginan. Tugas marketing udah selesai. Memunculkan sebuah keinginan untuk beli

SELLING

Lanjut ke tugas selling. Selling itu mempercepat keinginan untuk beli, menjadi beneran beli.

Disini proses selling terjadi di kede dekat rumah saya. Andai oky jelly drink tidak masuk di kede rumah saya, maka proses pembelian tertunda. Artinya, kede rumah saya menjadi peran penting untuk terjadinya proses selling produk oky jelly drink

BRANDING

Kalau begitu, dimana letak brandingnya?

Letak brandingnya sebenarnya ada di positioning brand tersebut yaitu sebagai minuman penunda lapar.

Jadi setiap ngerasa lapar, teringatnya langsung oky jelly drink aja deh. Selain murah, juga mengeyangkan. Padahal dulu, gak minum itu juga gak masalah kalau lagi lapar.

Marketing, Selling dan Branding di Era Sekarang

Jadi fungsi dari branding tadi adalah menciptakan loyalitas

Akhirnya beli lagi, beli lagi. Ini di tahun 2000 an yaahhh. Kalau ditarik di tahun sekarang, proses marketing, selling dan branding ini hampir setiap saat kita jumpain di media sosial.

Nth itu melalui tiktok, youtube, instagram, facebook dan lain sebagainya. Pernah pasti kan ngeliat video di tiktok lagi review produk, tiba – tiba muncul keinginan untuk beli?

Terus kamu diarahin untuk beli produknya di marketplace X aja. Nah ini proses marketing dan selling nya udah terjadi begitu cepat banget.

Ditambah lagi, ketika barangnya sampai kamu bisa aja nulis status di media sosial mu “Sumpaahh, gak nyangka. Produknya sebagus ini dong”

Nah ini kamu tanpa sadar sudah melakukan branding ke produk tersebut. Paham maksud saya yah?

Jadi di era sekarang ini, kita gak bisa lagi melakukan proses marketing hanya fokus pada produknya

Misal contohnya gini

  • Kualitas grade A+
  • Satu – satunya di Indonesia
  • Premium
  • Super halus dan nyaman

Jadi untuk generasi sekarang, seperti melenial, gen Z, bahasa – bahasa begitu sudah tidak terlalu relate lagi. Karena generasi sekarang ini bukan lagi membeli karena produknya berkualitas. Tapi mereka membeli biasanya karena ada rekomendasi

Nth itu dari tiktokers, selebgram, youtuber, atau orang – orang yang emang punya pengaruh di kehidupan mereka.

Tapi bukan berarti kamu bisa jual produk asal – asal an. Kualitas tetap nomor satu, tapi sudut pandang cara jualannya harus diubah

Jadi kalau kamu jualan masih pakai cara marketing 1.0, generasi sekarang bakalan nanya ke pikiran mereka “Okeee, lu klaim kualitas yang terbaik. Terus gue harus ngapain?”

Bingung kan?

Makanya sebagai seorang pengusaha, kita harus terus menyesuaikan keadaan. Jangan sampai usaha kita itu drop hanya karena kita tidak mau berubah.

Sudah waktunya temen – temen pengusaha sekarang buat konten di media sosial nya.

Karena hanya dengan begitu, kita bisa survive di era marketing 4.0 sekarang ini.

Saya kasih contoh sebuah konten sederhana yang bisa temen – temen aplikasikan di bisnisnya

Nah, seperti ini juga bisa kamu jadiin konten. Ini kebetulan saya jualan kaos.

Jadi karena banyaknya oknum nakal yang suka mainin bahan kaos, saya selalu bilang yang mereka jual itu 100% katanya combed. Karena akan sangat berbeda ketika kamu pegang bahan kaos yang beneran 100% cotton combed.

Kurang lebih kayak gitu, selebihnya bisa kamu kreasikan sendiri. Nth itu dari video juga bisa.

Yang paling terpenting adalah sekarang itu bukan era nya jualan produk, tapi “apa yang customer dapatkan setelah pakai produk kita”

Selesaikan masalah customer, maka bisnis mu insya allah bisa sustainable

Blog Terkait

Coca Cola Vs Big Cola, Siapakah Pemenangnya?

Coca Cola Vs Big Cola, Siapakah Pemenangnya?

Pembahasan kedua merk ini sudah lama banget pengen saya tulis. Tapi karena menulis butuh ketenangan, informasi dan waktu yang cukup, akhirnya baru bisa saya tulis pagi ini selepas subuh. Well, ini adalah pembahasan yang cukup menarik tentang branding. Supaya temen -...

Karen’s Diner, Restoran Viral Di Jakarta. Bisakah Bertahan Lama?

Karen’s Diner, Restoran Viral Di Jakarta. Bisakah Bertahan Lama?

Kemaren temen saya sempat nunjukkin salah satu video yang isinya tentang pelayan restoran yang marah - marah ke pelanggan nya. Sambil nonton videonya dia bilang  "Aneh banget kan bro, kita di restoran biasa dilayani dengan ramah. Ini malah dilayanin dengan jutek"...

Join

Daftar Sekrang Juga!

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam